Semua punya tata cara memimpin sendiri-sendiri, dan dengan cara memimpin yang berbeda-beda itu, pasti hasil yang di raih dan ilmu yang didapat pun berbeda-beda.
mari kita singkap tata cara kepemimpinan anda :
1. Otoritis :
otoritis atau otoriter, adalah tata cara kepemimpinan yang di pakai oleh sekalangan pemimpin zaman dahulu, sebut saja Joseph Stalin, seorang pemimpin di Rezim USSR. Tata cara kepemimpinan ini, lebih di dominasi dengan kekuatan atau kekuasaan sang pemimpin, karena dengan tata cara yang otoriter, sasng pemimpin dapat merealisasikan mimpinya atau tujuannya. Ada segi positif dan negatif dalam tata cara ini :
a). Positif :
Positif dari tata cara kepemimpinan otoriter adalah, sang pemimpin dapat mengatur sepenuhnya, kegiatan, perilaku, dan lain-lain dari orang yang di pimpinnya, kepemimpinan otoriter biasanya tahu apa yang harus di lakukan terlebih dahulu dalam mencapai tujuannya, dan tahu yang mana, yang baik dan yang mana tidak bagus dalam kepemimpinan-nya
b). Negatif :
Negatif dari tata cara kepemimpinan otoriter muncul dari rakyatnya atau orang yang dipimpinnya, biasanya pemimpin yang menggunakan tata cara otoriter, lebih bersikap agresif dan keras, bahkan untuk sebagian pemimpin ada yang non-manusiawi. Karena itu, pemimpin dengan cara otoriter, lebih banyak di benci, karena kepemimpinannya yang sewenang-wenang, dan karena tata cara itu, akan banyak muncul pemberontakan-pemberontakan dari rakyatnya, namun berhasilnya atau tidak, munculnya pemberontakan itu atau tidak, tergantung bagaimana, pemimpin yang otoriter itu mengendalikan dan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya.
2. Demokratis
Demokratis atau Democratizme, adalah tata cara kepemimpinan yang dipakai pemimpin-pemimpin setelah rezim otoriter, tata cara kepemimpinan ini di dominasi oleh, seorang pemimpin yang bijaksana dan di dukung penuh oleh orang-orang yang mempercayainya dan memimpin sebagai tim bersama orang-orang itu. namun walaupun ini adalah tata cara kepemimpinan yang sangat ideal, tetap ada segi Positif dan Negatif nya :
a). Positif :
Positif dari tata cara kepemimpinan ini adalah, orang yang di anggap sebagai pemimpinnya bisa mendapatkan ide-ide, solusi-solusi, walaupun pemimpin itu yang tetap harus memutuskan segalanya. pemimpin dengan tata cara kepemimpinan demokratis biasanya di dukung penuh oleh masyarakat, karena pemimpin yang demokratis lebih mengerti apa yang rakyatnya atau orang-orang yang di pimpinnya inginkan. orang yang memimpin dengan tata cara memimpin demokratis, biasanya memiliki kepribadian halus, dan berjuang untuk rakyatnya.
b). Negatif :
Negatif dari tata cara kepemimpinan ini adalah, serangan-serangan dari luar maupun dalam, serangan ini bukan berbentuk fisik, namun mental dan pola pikir sang pemimpin. rumor-rumor yang di sebarkan dalam tubuh kepemerintahan rezim demokratis adalah cara paling ampuh pertama setelah penyebaran pola pikir kepada orang-orang yang dipercaya oleh pemimpin itu untuk berbuat KKN. karena pemimpin yang demokratis lebih longgar dari otoriter, maka karena itu, Democratizme bisa lebih cepat hancur dari pada rezim otoriter, jika sang pemimpin, tidak peka terhadap orang-orang yang menjadi kepercayaannya untuk memimpin bersamanya memajukan rakyat atau orang-orang yang dipimpinnya.
3. Religious
Religious atau Religousme adalah tata cara kepemimpinan yang paling sulit di praktekan, tata cara kepemimpinan ini lebih di dominasi terhadap agama, biasanya terdapat pada tempat-tempat dimana orang-orang yang terdapat di wilayah itu menganut agama yang sama dengan pemimpinnya. contohnya saja, kepemimpinan Nabiullah Muhammad SAW, terhadap kaun muslim di arab pada zaman itu, pada tata cara ini tidak mempunyai negatifnya, karena ini sudah tergantung pada akidah, hati nurani dan kepercayaan masing-masing, dan saya tidak mau mempublish-nya, karena ini sudah berhubungan dengan dunia-akhirat nanti.
4. Nasionalisme
Nasionalisme adalah tata cara kepemimpinan yang sangat jarang di temui, karena dari tata cara kepemimpinan ini akan memunculkan etnosentrisme yang besar terhadap orang-orang yang di pimpin oleh pemimpin yang memakai tata cara ini. Nasionalisme termasuk tata cara kepemimpinan yang hampir mendekati otoriter dan demokratisme, karena nasionalisme bisa memiliki keduanya. Mengapa saya bilang seperti itu, pada dasarnya orang yang memimpin dengan rasa nasionalisme tinggi, dapat bersikap otoriter tinggi, karena orang yang memakai tata cara ini, beranggapan, bahwa yang dilakukannya demi negaranya benar dan rakyatnya mendukungnya, namun bisa berbalik 180 derajat, menjadi demokratis, karena di belakang itu, pemimpin yang memakai cara ini, mempunyai oran-orang yang sepaham dengannya, dan sering memberikan ide-ide atau solusi-solusi, sifat positif dari tata cara ini hampir sama dengan tata cara otoriter dan demokratis, namun negatifnya berbeda, saya akan menyebutkan negatifnya :
a). Negatif :
Negatif dari kepemimpinan ini adalah, jika terlalu tinggi sifat nasionalisme-nya, karena dapat memunculkan sifat Etnosentrisme ( Menilai budaya atau negara orang lain, dengan mengukurnya melalui budaya atau negara nya sendiri ). Etnosentrisme lebih di dominasi rasa Fanatik yang tinggi, dan dapat memunculkan perpecahan antar bangsa.
5. Sosialisme-Komunisme
Sosialisme-Komunisme adalah tata cara yang dipakai oleh Rezim Cina, tata cara ini, hanya Cina yang memakai saat ini, walaupun USSR berpaham komunis, namun tidak bersifat sosialis, tata cara ini mempunyai pemimpin yang satu paham, satu tujuan, satu solusi, satu jenis, satu penyelesaian, karena pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya adalah satu ras. Untuk tata cara kepemimpinan ini, adalah gabungan dari ke-empat tata cara kepemimpinan yang sudah saya jabarkan, namun sisi Positif dan Negatifnya Berbeda :
a). Positif :
Positif dari tata cara kepemimpinan ini adalah, memiliki rakyat atau orang-orang yang dipimpin satu pikiran dengan sang pemimpin. Biasanya, tata cara kepemimpinan ini, jika dipakai akan memunculkan bangsa yang besar dan kuat, lebih lagi jika di dukung dengan pengetahuan dan sumber daya manusia yang memadai.
b). Negatif :
Negatif dari tata cara kepemimpinan ini adalah, jika ada yang berpaham beda. kenapa seperti itu? karena pada saat ada yang berpaham beda, bisa timbul peperangan antar saudara contohnya saat pecahnya Taiwan dengan RRC.
itu tadi adalah tata cara kepemimpinan yang ada di dunia ini, yang manakah anda? karena bagaimanapun anda, anda tetap mempunyai tata cara , memimpin yang berbeda-beda. Jika anda berpikir anda bukanlah seorang pemimpin, anda salah. Ingat ANDA ADALA
H SEORANG PEMIMPIN.